Langsung ke konten utama

cara ngeblokir facebook orang lain

Facebook merupakan jaringan sosial no.1 di Indonesia yang penggunanya sudah lebih dari 175 juta di seluruh dunia, dan merupakan urutan ke 3 situs yang paling sering dibuka oleh pengguna internet di Indonesia . Salah satu masalah jaringan sosial adalah kurangnya privasi kita dalam beraktivitas disitu. Mungkin karena sesuatu hal Anda ingin membatasi hal-hal tertentu hanya untuk beberapa kalangan orang saja. Atau Anda terganggu oleh seseorang yang terus menghantui facebook Anda (kaya setan aja), misalnya mantan pacar, secret admire (fans gelap), spammer yang terus membayangin profil facebook Anda. Selalu memantau facebook Anda dan tidak ingin secuil kehilangan informasi yang terjadi pada diri Anda di facebook.

Kalau ga pengen baca basa-basi saya (langsung ke cara), silakan scroll halaman kebawah sampai tulisan warna merah

Alhasil kita sebagai pemilik facebook tidak nyaman memakai dan menggunakan facebook untuk berkomunikasi dengan teman lainnya. Padahal cuma gara-gara segelintir orang yang menggangu tersebut Anda meninggalkan facebook dan memutus komunikasi kepada banyak teman di facebook.

Facebook memang fantastis dalam penyedian fasilitas dan fitur yang beragam kepada kita para penggunanya termasuk dalam masalah privasi. Dengan begitu jika Anda termasuk orang yang mempunyai masalah seperti masalah diatas, silakan coba cara yang akan saya sajikan sekarang. Berikut sebuah cerita yang berkaitan dengan masalah ini.

Dewi (bukan dewi teman saya apalagi dewi sandra atau dewi persik) seorang wanita cantik dan berprilaku ramah pada teman atau orang yang belum dia kenal. Entah mengapa sering sekali facebooknya di add oleh orang-orang yang tidak jelas asal-usulnya. Dari tukang ojek sampai CEO perusahaan besar sangat tertarik untuk menjadi temannya. Kenal pun tidak apalagi bertemu secara langsung. Wajarlah dia terganggu karena masalah ini, karena sebelum ini dia pernah meng-approve orang yang tidak dikenal dan berkibat profil facebooknya diisi dengan kalimat tidak jelas seperti rayuan gombal cinta yang mungkin boleh copy-paste dari artikel blog ini

Karena hal tersebut Dewi pernah hampir ingin menutup acccountnya di facebook, tapi beruntungnya teman dia yang bernama Anggo
(bukan Anggo teman saya) yang memberitahukan cara agar memblokir orang tertentu untuk membatasi mereka dalam berbagai hal. Dengan arahan dari Anggo, akhirnya Dewi mengakses www.tips-fb.com (promosi..hehehe) dan mendapat cara untuk memblokir orang-orang yang menggangunya dengan cara seperti berikut:

1. Pilih settings > Privacy settings atau klik disini


2. Dibagian bawah terdapat kotak dan silakan masukan nama orang yang akan diblokir (bisa yang udah menjadi teman/bukan teman)





3. Pilih orang yang dimaksud dan klik tombol blokir




Setelah melakukan hal ini maka orang yang diblokir tidak akan pernah menemukan Dewi di facebook kecuali dia mengganti/membuat facebook baru. Tenang saja hal ini berlaku kepada orang tertentu yang kita pilih untuk kita blokir, jadi jika ada orang yang bernama sama mereka tidak akan ikut terblokir.

Setelah satu hari satu malam memilih orang-orang yang akan diblokir karena (terlalu...kata bang oma) banyak, Dewi pun dapat kembali beraktivitas di facebook dengan tenang sambil melancarkan jurus tebar pesonanya yang akan kembali memikat pria-pria hidung belang maupun tidak belang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CIRI-CIRI KATA BAKU

Pengertian kata baku adalah kata yang digunakan dan telah sesuai dengan kaidah atau pedoman bahasa yang sudah ditentukan. Pengertian kata baku ini merupakan suata kata yang aturan dan ejaan kaidah bahasa Indonesianya sudah benar serta bersumber dari bahasa baku yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Biasanya, kata baku digunakan untuk penulisan ataupun pengungkapan kata-kata yang bersifat resmi baik dalam suatu tulisan atau dalam pengungkapan kata. Umumnya, kata baku digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan suatu kata dianggap tidak baku apabila kata yang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Tidak bakunya sebuah kata tidak hanya diakibatkan oleh salah penulisan saja, melainkan juga diakibatkan oleh pengucapan yang salah dan juga karena penyusunan suatu kalimat yang tidak tepat. Umumnya, kata tidak baku sering diucapkan atau muncul dalam percakapan sehari-hari. Pengertian Kata Tidak Baku Setelah memahami pengertian...

Cara Menentukan Kesimpulan Paragraf

Soal menentukan simpulan paragraf acapkali muncul dalam soal ujian bahasa Indonesia. Simpulan adalah hasil akhir dari suatu pembahasan masalah dalam paragraf.  Cara Menentukan Simpulan Paragraf  Ada beberapa cara untuk menyimpulkan paragraf, yakni. 1. Langsung mengambil kalimat simpulan dalam paragraf Kalimat simpulan biasa ditandai dengan kata jadi, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, maka dari itu, dan lain-lain.  Contoh: Salah satu jenis cokelat adalah compound chocolate.  Cokelat ini memiliki rasa manis dan harganya juga cukup murah. Selain itu, proses pembuatannya juga termasuk mudah. Jadi, tak heran kalau compound chocolate termasuk cokelat yang sering dan banyak dikonsumsi. Perhatikan kalimat terakhir paragraf di atas. Kalimat tersebut diawali dengan kata “jadi” yang merupakan kata kunci dalam menentukan simpulan paragraf. Simpulan paragraf di atas adalah Compound chocolate termasuk cokelat yang sering dan banyak dikonsumsi. 2. Menggabungkan anta...

CIRI-CIRI KALIMAT EFEKTIF

Pengertian Kalimat Efektif Kalimat efektif dapat diartikan sebagai susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar. Tentu saja karena kita berbicara tentang bahasa Indonesia, kaidah yang menjadi patokan kalimat efektif dalam bahasan ini adalah kaidah bahasa Indonesia menurut ejaan yang disempurnakan (EYD). Syarat Kalimat Efektif Pada dasarnya, ada empat syarat utama sebuah kalimat dapat dikatakan efektif atau tidak. 1. Sesuai EYD Sebuah kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan maupun tanda baca yang tepat. Kata baku pun mesti menjadi perhatian agar tidak sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya. 2. Sistematis Sebuah kalimat paling sederhana adalah yang memiliki susunan subjek dan predikat, kemudian ditambahkan dengan objek, pelengkap, hingga keterangan. Sebisa mungkin guna mengefektifkan kalimat, buatlah kalimat yang urutannya tidak memusingkan. Jika memang tidak ada penegasan, subjek dan predikat diharapkan selalu berada di awal kalimat. 3. Tidak...